Akhir-akhir ini pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual pada anak sering kita lihat di berbagai media massa. Miris sekali mendengar kekerasan seksual ini menimpa sejumlah anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Bagaimana jika anak kita tiba-tiba menanyakan seputar kekerasan seksual atau bagaimana bunda menjelaskan pada anak tentang kekerasan seksual untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Penjelasan yang salah dapat berpengaruh pada psikologi anak nantinya.

Tips Menanggapi Anak Tentang Pertanyaan Mengenai Kekerasan Seksual

Menurut psikolog, Monica Sulistiawati mengatakan pertama, tanyakan pada anak apa yang ia ketahui mengenai kekerasan seksual. Sesuaikan bahasa yang bunda gunakan dengan usia anak. “Misalnya untuk anak TK kita nggak pakai kata sodomi tapi ada anak yang terluka. Jangan lupa juga saat bicara dengan anak, ajak dia duduk dan perhatikan ekspresi dan bahasa tubuhnya,” kata wanita yang akrab disapa Monic ini dalam Bincang Bareng ‘Protect Your Children From Stranger’ di kantor Personal Growth di Rukan Aries Niaga, Jl Taman Aries, Meruya, Jakarta Barat dan ditulis pada hari Minggu kemarin.

Jika anak terlihat gelagapan, menurut Monic bisa jadi pengetahuan seksualnya lebih tinggi dari ekspektasi. Nah, supaya tidak salah paham, tanyakan di mana dia mendapat informasi tersebut. Jika anak mengaku mendapat info dari situs tertentu, maka orang tua bisa mengajaknya membuka situs itu bersama-sama.

Menjelaskan kasus ini sambil memberi pendidikan seksual dini juga bisa dilakukan misalnya dengan mengenalkan buku anatomi supaya anak nantinya tidak kaget saat menjalani masa pubertas seperti menstruasi atau mimpi basah. Bunda bisa memberikan penjelasan akibatnya jika anak tidak menjaga organ-organ pribadinya seperti kehamilan dan penyakit menular seksual dengan gambar menyeramkan.

Psikolog Veronica Adesla juga menjelaskan, “Kenalkan juga apa itu seks dan konsep pra nikah beserta konsekuensinya.  Kalau mau cari informasi lewat internet, ajak buka situs tertentu bersama-sama. Kalau anak dibiarkan mengakses internet sendiri, kan bisa di lock beberapa situs yang dirasa tidak aman.”

Intinya kembali lagi pada komunikasi orang tua dengan anak harus terjalin baik. Ketika anak tidak sengaja mengakses situs dewasa yang terlarang baginya maka dia bisa langsung bercerita kepada orang tua. Sebaiknya ketika anak tiba-tiba mengakses situs terlarang maka ajak anak ngobrol apa saja yang sudah ia akses kemudia beri penjelasan secara perlahan bahwa ia belum boleh mengaksesnya karena bisa berakibat buruk baginya.

Sumber: detik

Dibaca 572 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page