Menjadi seorang Bunda sungguh bukan tugas yang mudah, namun Mulia. Bunda selalu berusaha mengerti dan memahami apa saja kebutuhan dan yang diinginkan si buah hati. Walaupun seperi itu, jika anak sakit, pasti Bunda akan merasa khawatir dan panik. Saat si kecil terserang alergi yang mengakibatkan iritasi pada kulit. Bunda jangan panik yah!

Alergi dapat diturunkan secara genetik, khusus untuk alergi makanan, bisa juga disebabkan karena imaturitas dan pajanan alergi yang memerlukan faktor pencetus. Alergi pada bayi dan balita terjadi pada saluran cerna, yaitu kolik dan kembung yang menyerang kulit seperti gatal-gatal. Pada pernafasan yakni, batuk dan sesak. Pada prilaku yaitu gangguan pola tidur.

Pencegahan :

  1. Hindarkan atau minimalkan penyebab alergi sejak dalam kandungan, misalnya selama hamil, Bunda tidak mengkonsumsi makanan yang dapat menimbulkan alergi
  2. Pemberian makanan padat terlalu dini dapat meningkatkan risiko alergi.
  3. Hindari paparan debu di lingkungan, seperti pemakaian karper, gorden dan kasur kapuk.
  4. Tunda pemberian makanan penyebab alergi, seperti ayam diatas 1 tahun, telur, kacang tanah di atas 2 tahun, dan ikan laut diatas 3 tahun.
  5. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, dapat mencegah risiko alergi bayi dan anak.
  6. Jika timbul gejala alergi, identifikasi pencetusnya dan hindari.
  7. Jika ASI tidak memnungkinkan, Bunda bisa menggantinya dengan susu formula hipoalergenik, terutama untuk bayi di bawah 6 bulan.

Dibaca 756 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page