Gizi balita masih menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Khususnya masyarakat kelas bawah yang bahkan sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seharusnya gizi balita Indonesia tidak hanya menjadi tugas ibu-ibu dan pemerintah tetapi tugas seluruh lapisan masyarakat. Karena dengan gizi balita yang baiklah akan tumbuh generasi penerus bangsa yang berkompetensi unggul.

Gizi balita tidak harus selalu diperoleh dari makanan mahal atau import. Bahkan disekitar kita banyak sekali jenis makanan yang mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal balita dan memenuhi kebutuhan gizi harian mereka.  Berikut adalah jenis makanan yang ada di sekitar dan kandungan gizinya:

Jenis Makanan Jumlah Protein (gram) Kalori (Kkal)
Susu sapi 100 ml 3.2 61
Keju 100 gram 21 326
Nasi 1 sdk makan 7.7 30
Bubur kental 1 sdk makan   20
Bubur cair 1 sdk makan   10-15
Pisang 100 gram   99
Air perasan jeruk manis 100 ml   45
Pepaya 100 gram   46
Apel 100 gram   58
Alpukat 100 gram   85
Telur ayam 30 gram 4 50
Ikan 20 gram 3.4 23
Hati 20 gram 3.8 27
Daging ayam 20 gram 3.6 60
Daging sapi 20 gram 3.8 41
Tahu 20 gram 1.6 14
Tempe 20 gram 3.6 30

Jika kebutuhan gizi harian balita sudah tercukupi atau kurang, orang tua harus cepat tanggap mengenali tanda-tandanya, jangan sampai menunggu anak sakit dan berakibat fatal.

Tanda Tanda Balita Kekurangan Gizi:

  1. Kurang energi protein ringan,

Menurunnya berat badan anak hingga 80% dari berat badan normal.

  1. Kurang energi protein sedang:
    Tahap ini belum menunjukkan tanda khusus kurang gizi. Tapi waspadalah jika berat anak turun mencapai 70% dari berat badan normal disertai dengan wajahnya pucat dan rambutnya berubah kemerahan.
  2. Kurang energi protein berat
    Fase kurang sekali (marasmus) ditandai dengan penurunan berat badan anak hingga tinggal 60% dari berat badan normal seusianya.
    Fase sangat kurang (kwashiorkor) ditandai dengan penurunan berat badan tinggal 50% atau bahkan kurang dari berat badan normal, pembengkakan kaki, rambut memerah dan mudah dicabut, mata rabun, kornea kering dapat membuat mata pecah.
    Jika tidak segera mendapatkan penanganan khusus bahkan dapat mengakibatkan kerugian permanen pada anak-anak, diantaranya:
  • Kemunduran kecerdasan dan gangguan jiwa.
  • Rabun senja dan kebutaan total.
  • Minimnya kemampuan motorik atau bahkan kelumpuhan.

Tanda-Tanda Gizi Balita Tercukupi

Balita akan menunjukkan tanda kenyang sebagai salah satu indikasi gizi hariannya telah tercukupi, balita yang kenyang biasanya akan menunjukkan tanda-tanda:

  1. Tampak gembira, balita yang belum kenyang cenderung menjadi rewel atau murung
  2. Bayi akan mengatupkan mulutnya, memalingkan muka atau menarik badannya jika sudah kenyang
  3. Jika sudah trampil dalam menggunakan tangannya, bayi akan mendorong sendok yang didekatkan padanya
  4. Batita mungkin sudah bisa mengatakan kenyang atau memberikan tanda melalui tangannya untuk mengatakan bahwa dirinya sudah kenyang.

Selain mengetahui tanda bayi sudah kenyang, kecukupan nutrisi juga penting untuk diperhatikan karena perkembangan bayi akan berjalan dengan optimal jika nutrisi yang dibutuhkannya tercukupi. Berikut ini angka kecukupan energi dan protein pada bayi dan balita:

UMUR Kecukupan Energi (Kkal/kg BB) Kecukupan Protein (gr/kg BB) Kecukupan Air (ml/kg BB)
0-6 bulan 102 2.2 130-160
7-12 bulan 94 1.7 125-145
1-3 tahun 104 1.9 115-135
4-6 tahun 97 1.8 90-110

Sebagai contoh, jika bayi saat ini berumur 6 bulan dan beratnya 8 kg, berarti kebutuhan akan energi, protein dan air sebagai berikut:

Energi : 102 x 8 kg = 816 kg
Protein : 2,2 x 8 kg = 17,6 gram
Air  : (130 x 8 kg) s/d (160 x 8 kg)  = 1040 s/d 1280 ml atau 1 s/d 1,3 liter

Pastikan selalu untuk mencukupi kebutuhan gizi balita dengan memberikan makanan dan minuman yang sehat dan berkualitas baik.

Dibaca 1893 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page