Anak adalah sebuah anugerah yang luar biasa diantara sebuah rumah tangga ya Bunda. Siapapun yang berumah tangga mengharapkan mempunyai keturunan yang kelak akan meneruskan semua usaha dn cita-cita keluarga. Tapi terkadang terlalu berharapnya Bunda terhadap kehadiran seorang anak membuat sikap Bunda berubah drastis saat mendapatkannya. Bukan kearah negative memang tapi jika perubahan itu adalah possesif sebaiknya jangan ya Bunda.

Anak adalah mesin fotocopi yang paling canggih di abad ini. Semua yang dilakukan sang anak adalah cerminan dari sekitarnya, baik itu keluarga atau lingkungan luar. Nah, terkadang sangking terlalu posesifnya Bunda, sang anak akan takut mengutarakan pertanyaan dan kemauannya yang sebenarnya mampu meningkatkan rasa peka dalam dirinya. Kebiasaan baru akan muncul dengan sendirinya dari sang anak lho Bunda. Tidak menutup kemungkinan, sang anak mencari tahu jawaban dari pertanyaannya sendiri dengan hal yang tidak baik, seperti mengakses internet. Yang sebenarnya efek internet mungkin buruk terhadap perkembangan psikis anak.

Atau sangking takutnya dengan larangan Bunda, sang anak takut dan menjadi anak terbelakang. Segala kekangan mampu membuat kebiasaan buruk muncul diantara takut terhadap orang lain dan takut mencoba hal baru. Itu semua karena Bunda melarangnya untuk bermain ini itu yang sebenarnya juga bagus untuk mengasah daya pertahanan dirinya.

Apakah anak Bunda memiliki kebiasaan buruk  yang membuat Bunda marah? Kebiasaan ini muncul karena beberapa hal yang memang secara tidak langsung dipengaruhi oleh sikap Bunda padanya. Contoh nyata adalah saat ingin bermain diluar bersama teman-temannya, Bunda melarangnya bahkan sampai mengurungnya dalam kamar. Sang anak yang mempunyai keberanian mungkin akan kabur dan tetap bermain lewat jalan lain saat Bunda tertidur pulas.

Bahkan dia berani membohongi Bunda dengan alasan belajar kelompok padahal dirinya ingin bermain bola dengan teman-teman sebayanya. Bunda, menjadi pelindung memanglah tugas yang sangat penting atas si kecil. Tapi Bunda harus ingat, bahawa anak-anakpun mampunyai hak untuk bermain atau bersosialisasi dengan teman sebanyanya. Ganti pola asuh Bunda dari mengekangnya dengan membimbingnya. Walaupun mengiznkannya untuk bermain diluar, Bunda bisa ikut serta untuk menjaganya dengan hanya memperhatikannnya dari jauh. Selain menjaganya, Bunda juga ikut membangun citra positif akan keberaniannya dihadapan teman-temannya.

Dibaca 520 kali

Yuk Di-shareShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on TumblrPin on PinterestShare on LinkedInShare on RedditShare on StumbleUponPrint this page